Kelurahan Kampung Dalem di Kota Kediri dulunya adalah pusat pemerintahan awal Kabupaten Kediri (sebelum pindah ke Pare lalu ke Ngasem) dan menjadi tempat tinggal pejabat serta abdi dalem, sehingga namanya berasal dari "Kampung Ngarso Dalem" (Kampung Raja/Pusat Pemerintahan) atau "Kampung Abdi Dalem". Wilayah ini kaya akan sejarah dan menjadi sentra pembuatan jamu yang saat ini dikenal "Kampung Jamu", memiliki Kampung Budaya, dan mengembangkan konsep tematik seperti "Kampung Winner" (wisata/ekonomi) serta Kampung Ramah Anak, menunjukan adaptasi sejarah menjadi potensi ekonomi dan sosial modern.
Asal-usul Nama
- Pusat Pemerintahan: Dahulu merupakan lokasi pendopo dan pusat pemerintahan Bupati Kediri (saat itu di wilayah Kota Kediri sebelum ada pemisahan wilayah kota dan kabupaten).
- Kampung Abdi Dalem: Ditempati oleh Abdi Dalem (pejabat kerajaan) Bupati Pringgo Kusumo, seperti Roro Wijoyo, Musirin, dan Karsontono, di tanah kaputren.
- Etimologi: Nama "Kampung Dalem" muncul karena lokasinya adalah "Kampunge Ngarso Dalem" (Kampung Raja) atau "Kampunge Abdi Dalem".
Perubahan Administratif
- Awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Kediri, namun setelah Kota Kediri terbentuk, terjadi usulan pemindahan ibu kota kabupaten dari Kota Kediri.
- Kantor Pemerintahan Kabupaten Kediri kemudian dipindahkan ke wilayah Sukorejo, Ngasem, dan kini ibu kotanya secara sah berada di Kecamatan Ngasem (Pamenang).
Kesimpulan
KampungDalem adalah kelurahan yang menyimpan jejak sejarah penting sebagai pusat pemerintahan kuno dan kini bertransformasi menjadi wilayah yang kreatif, mandiri, dengan identitas kuat sebagai Kampung Jamu, Budaya, dan wisata tematik, menunjukkan keseimbangan antara warisan masa lalu dan pengembangan masa depan (modern).